RUMPUT LAUT SEBAGAI MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF YANG MENJANJIKAN BAGI NELAYAN

20 Maret 2011

Keberadaan rumput laut sekarang ini sangat menjanjikan dimana banyaknya permintaan pasar baik itu berupa bibit maupun rumput laut kering yang semakin meningkat. Keadaan ini ditunjang karena manfaat rumput laut yang sangat besar sebagai bahan baku dan merata hampir disetiap produk kebutuhan manusia seperti bahan makanan, kosmetik, obat-obatan maupun industri tekstil. Luasnya wilayah pesisir di Indonesia merupakan suatu peluang bagi Indonesia khususnya masyarakat dipesisir pantai untuk mengolah lahan yang ada sebagai usaha pembudidayaan rumput laut. Hal inilah yang sedang giat-giatnya dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui berbaggai programnya dalam upaya menjadikan rumput laut sebagai salah satu produk unggulan yang menjanjikan bagi pelaku usaha Kelautan dan Perikanan khususnya bagi nelayan. Kementerian Kelautan Perikanan melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga sebagai salah satu Unit Pelatihan Teknisnya, memberikan keterampilan melalui pelatihan budidaya rumput laut bagi para nelayan. Dengan keterampilan dalam membudidayakan rumput laut, dapat dijadikan sebagai matapencaharian alternatif guna meningkatkan kesejahteraan kehidupan mereka.
Tepatnya tanggal 24 s.d 27 Nopember 2011 lalu BPPP Aertembaga melaksanakan Pelatihan budidaya rumput laut untuk mendukung program peningkatan kehidupan nelayan di Kab. Bonebolango, Prov. Gorontalo. Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 (empat) hari kalender ini dibuka oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga, Pola S.T Panjaitan. ,A.Pi., MM yang dalam sambutannya mengatakan bahwa BPPP Aertembaga mengemban tugas untuk melatih para nelayan agar terampil dalam mengelola usaha perikanannya. Khususnya keterampilan yang dilatihkan dalam membudidayakan rumput laut yang diharapkan dapat menjadi matapencaharian tambahhan atau alternatif dalam upaya meningkatkan kehidupan nelayan di Kab. Bonebolango. Keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan oleh Bapak-bapak nelayan ketika tidak melaut sehingga tetap memiliki aktifitas kegiatan yang dapat memberikan penghasilan, Inilah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat nelayan melalui pelatihan budidaya rumput laut sebagai salah satu cara agar para nelayan memiliki matapencaharian alternatif. Mengapa rumput laut yang dilirik, karena di Desa Biluango ini memiliki potensi untuk dikembangkan usaha budidaya rumput laut dan yang kedua, karena budidaya rumput laut ini sangat mudah dilaksanakan selain itu juga harga pasarnya cukup bagus. Saat ini Rumput laut jenis euchema cottoni banyak dicari dan pasar sangat menjanjikan.
Dalam acara pembukaan pelatihan hadir pula Kasi Usaha Pengembangan Budidaya, Mahyudin Mataihu., S.Pi yang mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bonebolanggo. dan Kepala Desa Biluango Ayahanda Ibrahim Samsunah. Dalam sambutannya Mahyudin berpesan kepada peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini sampai tuntas dan agar peserta memperhatikan setiap materi yang diberikan dengan baik. Beliau juga mengharapkan agar pelatihan-pelatihan semacam ini tidak hanya diadakan untuk satu bidang saja tapi juga dibidang pengolahan, penangkapan, dan permesinan. Sebenarnya bukan hanya masyarakat di Kab. Bonebolango saja yang membutuhkan pelatihan teknis semacam ini, namun petugas-petugas teknis di Dinas KP Kab. Bonebolango pun membutuhkan pelatihan karena diakui Beliau masih sangat minim sekali tenaga pelatih teknis sehingga ketika tahun 2009 lalu datang bantuan budidaya untuk rumput laut, mereka hanya mampu bertahan sebentar dan kemudian tidak berkelanjutan. Hal ini dikarenakan selain masyarakat yang tidak memiliki keterampilan teknis tentang budidaya rumput laut Pelatihan budidaya yang dilaksanakan di Desa Biluango Kec. Kablia Bone Kab. Bonebolango, Prov. Gorontalo ini menerapkanmetode longline dimana metode ini merupakan metode yang saat ini dirasa paling cocok diterapkan karena hasil yang diperoleh sangat bagus
Pelatihan Budidaya Rumput laut ini mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta maupun pemerintah daerah yang ditunjukan dengan keseriusan peserta yang selalu datang tepat waktu dan mengikuti pelatihan sampai selesai. Hal ini merupakan wujud antusias peserta yang cukup besar dan Pemerintah daerah melalui Dinas KP Kab. Bonebolango sangat mendukung kegiatan ini dibuktikan dengan selesainya pelatihan para peserta langsung diberikan bantuan berupa bibit rumput laut dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bone Bolango Desa Biluango akan dijadikan sebagai Desa percontohan budidaya rumput laut dengan dukungan 4 unit sarana prasarana budidaya rumput laut, yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan lewat BPPP Aertembaga sebanyak 2 unit hasil praktek peserta pelatihan dan dari Dinas KP Kab. Bonebolango 2 unit. Pelatihan ditutup pada tanggal 27 Nopember 2011 oleh Kasi Usaha Pengembangan Budidaya Kab. Bonebolango Mahyudin Mataihu., S.Pi, dimana dalam sambutannya Beliau kembali mengingatkan peserta untuk tetap dapat terus melanjutkan apa yang sudah dimulai dan tidak berhenti disini, walaupun pelatihan sudah berakhir, namun diharapkan peserta dapat terus menerapkan keterampilan yang sudah diperoleh. Semoga rumput laut dapat meningkatkan kehidupan nelayan.