PENINGKATAN KUALITAS SDM PENYULUH PERIKANAN MELALUI DIKLAT DASAR PENYULUHAN

08 Agustus 2012

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan maka telah ditetapkan berbagai kebijakan dan program. Guna merealisasikan program-program tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, andal serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis sehingga pelaku pembangunan perikanan mampu membangun usaha dari hulu sampai hilir yang berdaya saing tinggi dan mampu berperan serta dalam melestarikan lingkungan hidup sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Mengacu pada Renstra KKP tahun 2010-2014, pengembangan SDM di bidang kelautan dan perikanan dilaksanakan melalui bidang pendidikan, pelatihan dan penyuluhan.

Penyuluhan perikanan merupakan suatu proses pembelajaran bagi para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan beserta keluarganya, menggunakan landasan falsafah kerja meningkatkan potensi dan kemampuan para pelaku utama dan keluarganya, sehingga mereka akan dapat mengatasi sendiri kebutuhan dan keinginannya, tanpa harus selalu tergantung pada orang lain. Penyuluh Perikanan adalah salah satu komponen esensial dalam suatu sistem Penyuluhan Perikanan. Peran Penyuluh perikanan bertindak sebagai pendamping dan mitra sejati pelaku utama (pembudidaya ikan, nelayan dan pengolah ikan) dan pelaku usaha perikanan dalam mengembangkan bisnis perikanan. Untuk melaksanakan fungsi dan peran penyuluh perikanan dengan memperhatikan kondisi penyuluhan perikanan serta kondisi usaha kelautan dan perikanan, menuntut adanya peningkatan kompetensi Penyuluh Perikanan untuk mewujudkan Penyuluh Perikanan yang profesional.

Penataan dan pengembangan Jabatan fungsional penyuluh perikanan merujuk kepada UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Pasal 21 butir 1 pemerintah dan pemerintah daerah meningkatkan kompetensi penyuluh PNS melalui pendidikan dan pelatihan dan Permen PAN Nomor : PER/19/M.PAN/10/2008. Dalam mengimplementasikan semangat undang-undang tersebut diperlukan standar kompetensi yang dapat mencerminkan keprofesian seorang penyuluh perikanan dan profesionalisme seorang penyuluh perikanan akan diuji sesuai tingkatannya. Berdasarkan hal tersebut diatas, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Aertembaga melaksanakan Diklat Dasar Penyuluh Perikanan Tingkat Ahli Angkatan 1 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi penyuluh perikanan agar memiliki etos kerja yang produktif, terampil, kreatif, disiplin, profesional dan mampu memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai teknologi yang inovatif.

Diklat dibuka oleh Kepala BPPP Aertembaga (Pola S.T. Panjaitan, A.Pi., MM) yang mewakili Kepala Pusat Pelatihan KP, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa SDM merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program dan semua program yang telah ditetapkan oleh KKP perlu SDM yang handal dan berkualitas. Oleh karena itu, BPPP Aertembaga yang mempunyai tugas pokok untuk menyiapkan SDM kelautan dan perikanan menyelenggarakan pelatihan bagi aparatur yang diantaranya pelatihan bagi penyuluh perikanan. Seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 16 bahwa penyuluh perikanan harus mengikuti diklat dasar dan diuji kompetensinya. Bagi peserta yang sudah mendapat kesempatan mengikuti diklat dasar ini dan diharapkan dapat mengikuti diklat dengan baik dan selesai mengikuti diklat jangan sampai beralih ke struktural karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan penyuluh perikanan. Pada kesempatan yang sama Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung yang juga hadir pada saat pembukaan, mengatakan bahwa tugas penyuluh perikanan merupakan tugas yang mulia dan tidak gampang. Penyuluh perikanan berperan dalam membina  pelaku utama sehingga diperlukan ketulusan, keikhlasan dan motivasi yang besar dalam menjalankan tugas.  

Diklat berlangsung selama 14 belas hari kalender yang dimulai tanggal 4 s.d 17 Juli 2012 dengan kurikulum 120 JP @45 menit. Peserta diklat berjumlah 30 orang penyuluh perikanan tingkat ahli yang ada di wilayah pengembangan BPPP Aertembaga. Tenaga pelatih berasal dari BPPP Aertembaga berjumlah 13 orang, Pusat Penyuluhan Perikanan sebanyak 1 orang an. Moch. Wekas Hudoyo, A.Pi., M.Ps dan Sekolah Tinggi Perikanan Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor sebanyak 1 orang an. Ir. Herry Maryuto, MM.  Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di Ruang Kelas BPPP Aertembaga dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kunjungan Lapangan dilaksanakan di 3 lokasi yaitu Bidang Budidaya di P2MKP Mina Sejahtera Kab. Minahasa Utara, Bidang Pengolahan di P2MKP Sederhana III Kota Manado dan Bidang Penangkapan di Kelompok Malos III Kota Manado. Seminar Hasil Kunjungan Lapangan dilaksanakan di Hotel Celebes Manado.

Kepala Pusat Pelatihan KP (Ir. Balok Budiyanto, MM) selaku narasumber dalam arahannya mengatakan bahwa Indonesia sebagai Negara maritime memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar namun yang termaanfaatkan masih kurang. Sebagai contoh : 1). kapal yang dimiliki saat ini ± 570 ribu dan sebagian besar uku ran dibawah 30 GT yang dioperasikan oleh nelayan yang berkemampuan sangat rendah. 2). Lahan budidaya air tawar, payau dan laut cukup besar namun produksi masih sangat rendah. 3). Bahan pembuatan garam cukup namun garam yang diproduksi memiliki kadar NaCl <94,7 %, masih dibawah Standar SNI. 4). Industri pengolahan ikan ± 65.000 unit namun bahan baku yang digunakan belum sepenuhnya berasal dari hasil tangkapan di Indonesia. Hal ini menyebabkan nelayan, pembudidaya dan pengolah masih dibawah garis kemiskinan.  Selanjutnya disampaikan bahwa saat ini Visi dan Misi KKP mengalami perubahan. Visi : “Negara Kepulauan Yang Maju Sejahtera dan Berkelanjutan”. Misi : 1). Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan Perikanan; 2.) Meningkatan produksi dan daya saing produk perikanan; 3). Meningkatkan daya dukung dan kualitas lingkungan. bahwa saat ini Visi dan Misi KKP mengalami perubahan. Visi : “Negara Kepulauan Yang Maju Sejahtera dan Berkelanjutan”. Misi : 1). Meningkatkan pemanfaatan kelautan dan Perikanan; 2.) Meningkatan produksi dan daya saing produk perikanan; 3). Meningkatkan daya dukung dan kualitas lingkungan.

Sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan maka program prioritas saat ini adalah Industrialisasi Kelautan dan Perikanan yang mengarah pada pengembangan ekonomi terpadu.  Keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan yang didalamnya program-program Minapolitan, PKN, PUMP, P2MKP dsb memerlukan peran serta penyuluh perikanan yang bertugas seperti tentara yang akan menghadapi perang, dimana yang akan dihadapi adalah kemiskinan dan kegelapan. Tugas penyuluh untuk memberikan “terang” bagi orang miskin yang tidak tahu apa-apa. Untuk kedepan para penyuluh akan dibekali dengan fasilitas penunjang. Untuk itu diharapkan para penyuluh dapat menjalankan tugas sebagai penyuluh dengan ikhlas. Demikian ungkap Ir. Balok Budiyanto, MM selaku Kepala Pusat Pelatihan KP di sela-sela acara penutupan diklat….

 

Humas BPPP Aertembaga