+++ Welcome to The Official Website of The Agency for Marine and Fisheries Human Resources Development, Ministry of Marine Affairs and Fisheries of The Republic of Indonesia +++
Menteri KP Resmikan Instalasi Balai Diklat Garam dan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional KupangWednesday, 18 January 2012 15:49Kebutuhan garam nasional, dari tahun ke tahun terus meningkat, sementara produksinya relatif tetap dan cenderung menurun. Untuk mengatasi permasalahan devisit garam nasional ini, telah dilakukan dengan cara mengimpor garam. Upaya ini memang dapat mengatasi permasalahan kebutuhan garam nasional dalam jangka pendek, tetapi tidak memecahkan akar permasalahan yang sebenarnya dan akan menimbulkan masalah lain seperti ketergantungan dengan negara lain serta memiliki konsekuensi pengurangan devisa negara. Berkaitan dengan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, meresmikan Balai Pelatihan Kelautan dan Perikanan (BPKP) dengan konsentrasi garam (Instalasi Balai Diklat Garam), Selasa (17/1), di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sangat ironis, negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairan 2/3 dari luas wilayah dan panjang garis pantai mencapai 95.125 km2 mengalami devisit kebutuhan garam dan mengimpor garam. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berinisiatif untuk mewujudkan Swasembada Garam dengan dukungan dari berbagai pihak terkait. Sesuai dengan rencana Pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai tempat produksi garam utama di Indonesia, KKP bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, untuk membangun Balai tersebut. Upaya ini dilakukan mengingat NTT memiliki potensi besar di bidang kelautan dan perikanan, khususnya garam karena merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 566 pulau dengan empat pulau besar, yaitu Flores, Sumba, Timor dan Alor (Flobamora), luas wilayah daratan 47.349,9 km2 dan luas wilayah perairan ± 200.000 km2 di luar perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).
BATARI Produksi Akademi Perikanan SidoarjoFriday, 23 December 2011 18:36Hari ini, Kamis 22 Desember 2011, BATARI Produksi Akademi Perikanan Sidoarjo telah tersedia di Carrefour Jabodetabek sesuai list toko dibawah ini. Silahkan datang ke toko - toko Carrefour tersebut dibawah ini dan beli BATARI Produksi Akademi Perikanan Sidoarjo (APS) dengan kemasan warna hijau, sesuai photo disamping ini.
Bandeng Tanpa Duri Masuk CarrefourFriday, 23 December 2011 17:07Ikan bandeng memiliki gizi dan cita rasa yang tinggi, namum terdapat kendala dalam menikmatinya, dikarenakan banyaknya duri pada ikan air tawar ini. Kini penikmat bandeng di Jabodetabek tak perlu khawatir karena Akademi Perikanan Sidoarjo (APS), Jawa TImur, salah satu lembaga pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, meluncurkan Bandeng Tanpa Duri (Batari), untuk 17 flagship store Carrefour se-Jabodetabek, mulai Kamis (22/12). Prestasi ini mendapat apresiasi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, saat melakukan kunjungan kerja ke Surabaya dan sekitarnya, termasuk ke APS, Rabu (21/12).
KKP Gelar Temu Bisnis Alumni Pendidikan Kelautan dan PerikananTuesday, 13 December 2011 10:58
Dalam rangka mendukung industrialisasi kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), menggelar Temu Bisnis Alumni Satuan Pendidikan Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, 8-10 Desember 2011, di Hotel Kaisar, Jakarta Selatan. Acara ini dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, Jumat (9/12), di Kantor Pusat KKP, Gedung Mina Bahari I Lantai GF, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Sharif mengatakan, tanpa peran para entrepreneur tidak mungkin perekonomian suatu bangsa akan maju. “Oleh karena itu, saya selaku Menteri Kelautan dan Perikanan memprioritaskan untuk melakukan penguatan-penguatan pelaku usaha domestik, khususnya skala UMKM. Upaya ini dilakukan melalui bantuan program, pemberdayaan, hingga penataan regulasi agar business friendly,” ujarnya.
BPSDM KP Gelar Rakor Penyelarasan Data dan StatistikThursday, 24 November 2011 16:41Pada era informasi ini, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kebutuhan akan data dan informasi begitu tinggi, termasuk mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan dan perikanan. Perencanaan dan pengambilan kebijakan sangat membutuhkan ketersediaan data dan statistik yang valid dan terinci. Untuk itu, Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) menggelar Rapat Koordinasi Penyelarasan Data dan Statistik Pengembangan SDM kelautan dan Perikanan, 20-22 November 2011, di Plaza Hotel Surabaya, Jawa Timur.
Agency for Marine and Fisheries Human resources (AMFHRD) is one of Echelon I under the Ministry of Marine Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia has responsibility to formulate and analyze the policy of capacity building development and management of education, training and extension
Marine and Fisheries Education Center
AMFHRD has several working units. The working units are administratively under the Ministry of Marine Affairs and Fisheries: Jakarta Fisheries University, 3 (three) Fisheries Academy, and 8 (eight) Fisheries High School that spread around Indonesia.
Marine and Fisheries Training Center
Fisheries Training Center is an implementation unit that established to support fishery education and training activities for fishery community, employees, and officers. Until now, AMFHRD has 6 (six) Fisheries training Center around Indonesia
Center for Extension Development
Fisheries extension in principle of independency and sustainability attempts to establish fishery revitalization that influenced by internal and external factors for dynamic development. Main problems to be solved are: inadequate fisheries extension workers both in quality and quantity aspects, variation in extension workers institutionalization, limited extension activities and finance